Cipta Grafika, Jasa Percetakan Nomor 1 di Karawang!

Pengiriman Seluruh Indonesia 🇮🇩
ANDIEN (customer service)

(+62) 822 5222 2307

perbedaan hot printing dan cold printing - storyset

Kalian pernah melihat buku dengan sampul yang berkilau? Atau hasil cetak gambar maupun tulisan yang timbul? Dalam istilah percetakan hal ini namanya adalah stamping foil atau poly emboss dan hot print. Stamping foil adalah salah satu teknik cetak foil yang penggunaannya biasanya untuk pelapis atau dekorasi produk yang bahan dasarnya adalah kertas, kain, plastik, kayu, hingga kulit. Stamping foil berbahan baku polyester dengan lapisan resin khusus. Untuk mempraktekkan print foil ini bisa menggunakan hot foil yang menggunakan teknik hot print dan cold foil dengan teknik cold print. Berikut ini adalah perbedaan hot printing dan cold printing. 

 

hot printing cold printing

Credit to: freepik.com (freepik)

 

Pengertian Hot Printing dan Cold Printing

Hot Printing

Pada saat pertama kali hot printing ini muncul, banyak polusi dari hasil prosesnya. Tetapi, setelah tahun 1970 muncul metode hot print baru yang non polusi. Beberapa variasi prosesnya pun bermunculan mulai tahun 1970 dan sejak saat itu menjadi salah satu metode dekorasi lapisan yang banyak orang sukai. 

Hot stamping atau hot print adalah metode dekorasi pada permukaan produk plastik yang dapat memberikan produk tampilan berkilau. Dalam prosesnya, hot print menggunakan foil warna yang ditransfer dengan suhu tinggi. Umumnya, cetak poly penggunaannya banyak untuk mencetak undangan.

Hot printing emas adalah sebuah teknik yang dapat membuat tulisan mengkilap dengan menggunakan tinta emas atau sejenisnya. Tinta emas inilah yang namanya foil. Teknik hot printing ini biasanya memadukan dengan hot print emboss yang adalah sebuah teknik di mana tulisan atau gambar akan timbul. Dengan begitu, hasil produk cetak akan lebih elegan. 

 

Proses Hot Printing

Proses hot printing menggunakan sejenis plat tebal yang berbentuk persegi panjang dengan salah satu sisinya membentuk molding atau cetakan/logo. Pita foil menggunakan molding untuk mentransfer ke media yang Anda inginkan dengan cara menekan ataupun pemanasan. Barang yang ingin dicetak berada di bawah pita foil dan ada piringan plat dibawahnya yang berguna untuk menahan plat tebal saat turun.  Mesin hot stamping memanfaatkan tekanan air atau angin untuk menekan lembaran foil. Tetapi, ada juga mesin hot print digital yang memerlukan plat untuk mencetak foil. Ada dua teknik hot print yang juga mirip seperti offset dan lithograph. 

 

Baca juga: 10 Istilah Percetakan yang Perlu Anda Tahu!

 

Cold Printing

Cold print atau percetakan cold foil adalah sebuah hasil evolusi dari hotprint di mana cold print bekerja dengan menggunakan mekanisme offset  printing dan flexographic printing yang juga menggunakan sinar UV. Metode cold printing ini menggunakan substrat untuk memperindah produk cetak yang sudah jadi. Selain itu, metode ini juga bisa Anda kombinasikan dengan laminasi dingin. 

 

Proses Cold Printing

Prosesnya tidak jauh berbeda dengan proses laminasi foil. Cetak gambar atau tulisan ke substrat yang nantinya akan melewati proses pengeringan dengan sinar UV. Proses membuat cetakan substrat UV ini namanya adalah flexographic printing. Pasangkan substrat UV yang sudah siap ke roll offset printing khusus cold foil yang saat mesinnya dijalankan, lembaran kertas cold foil akan melewati roll yang disinari dengan cahaya UV. Dengan begitu, cold foil akan menempel pada permukaan produk sesuai dengan bentuk desain dalam substrat UV pada roll mesin offset. Saat cetakan selesai, produk cetak akan terlihat seperti di varnish dan laminasi

 

Perbedaan Hot Printing dan Cold Printing

Cold Print

  1. Bahan untuk media cetak cold print menggunakan media dengan permukaan halus dan rata.
  2. Cold printing tidak bisa berkombinasi dengan emboss.
  3. Tampilan cold print rata, tidak ada desain timbul. 
  4. Cold print menggunakan substrat yang akan dikeringkan dengan sinar UV.

Hot Print

  1. Media cetak hot print menggunakan media dengan permukaan kasar dan kertas bertekstur.
  2. Hot print bisa dikombinasikan dengan emboss.
  3. Tampilan hot print timbul ke atas.
  4. Hot print menggunakan foil warna yang di transfer dengan suhu tinggi.

 

Credit to: freepik.com (pikisuperstar)

 

Baca juga: Finishing Percetakan Ini Perlu Anda Tahu Biar Nggak Salah Pilih!

 

Baik cold print dan hot print bisa Anda aplikasikan dengan berbagai macam warna dan reflektifitas. Pemanfaatan metode cetak foil bisa dalam industri kerajinan, furniture, hingga tekstil. Untuk memenuhi kebutuhan cetak Anda, Cipta Grafika hadir untuk memudahkan Anda dalam memesan di mana saja dan kapan saja melalui website kami. 

Yuk, pesan sekarang!

Leave a Reply

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare
Register

Lost Password

Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close
Close
Shopping cart
Close
Wishlist