Cipta Grafika, Jasa Percetakan Nomor 1 di Karawang!

Pengiriman Seluruh Indonesia 🇮🇩

Pada dunia percetakan dan kerajinan memiliki berbagai macam lem yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Pemilihan jenis lem yang tepat sangat penting untuk hasil yang terbaik karena dapat mempengaruhi kualitas produk cetak. Agar Anda tidak semakin bingung dengan banyaknya jenis lem yang ada, berikut ini adalah jenis-jenis lem dan masing-masing kegunaannya. 

 

Jenis-jenis Lem

1. Lem Stick

jenis lem glue stick

Lem stick atau lem batang memiliki daya rekat yang lemah. Oleh karena itu biasanya lem stick digunakan oleh anak-anak. Dikarenakan daya rekatnya yang kurang biasanya lem stick hanya digunakan untuk barang-barang yang mudah direkatkan. Contoh barang-barang yang mudah direkatkan oleh lem stick ini adalah kertas, kardus, amplop, kliping, dan lainnya. 

 

2. Lem Kayu 

jenis lem kayu

Lem kayu ini memiliki tekstur kaku dan mudah di ampelas dan digunakan untuk kayu. Ketika lem ini sudah diaplikasikan, Anda perlu segera merekatkan kayu yang dalam keadaan kering. Lem kayu bisa ditemukan dengan warna kuning atau putih yang nantinya setelah kering akan jernih. Ada 3 jenis lem kayu di pasaran, yaitu: tipe 1 yang tahan air, tipe 2 untuk penggunaan eksterior  dan mengering pada suhu yang lebih dingin, dan yang tipe 3 tidak tahan air untuk penggunaan interior. 

 

Baca juga: Ketahui 7 Jenis Logo Ini Sebelum Kamu Merancang Logo!

 

3. Lem Putih

jenis lem putih

Penggunaan lem putih biasanya untuk kerajinan yang menggunakan bahan yang ringan seperti kertas, kain, kardus, dan lainnya. Lem putih memiliki tingkat racun yang rendah karena bahan dasarnya yang terbuat dari air. Oleh karena itu, lem jenis ini memiliki tingkat rekat yang rendah. 

 

4. Lem Tembak

jenis lem tembak

Lem tembak atau lem panas memiliki isi lem yang bisa diisi ulang dan bentuknya seperti sedotan dan mudah digunakan. Penggunaan lem tembak cocok untuk kerajinan tangan. Meski begitu, lem tembak tidak cocok untuk anak-anak karena menggunakan listrik dan panas. 

 

5. Jelly Glue (Lem Gelatin)

Jelly glue atau lem gelatin merupakan lem yang digunakan untuk hard cover.  Jelly glue ini berbentuk lempengan padat yang akan mencair jika dipanaskan maka dari itu lem jenis ini juga dikenal dengan nama lem panas. Jelly glue dipanaskan menggunakan mesin binding atau di mesin lem. 

 

 6. Jenis Lem Hot Melt

Kalau Anda ingin menjilid buku dengan cover art paper Anda perlu menggunakan lem yang sesuai. Hal ini dikarenakan jika salah memilih lem tidak akan bertahan lama dan akan mempengaruhi kualitas cetaknya. Lem yang cocok untuk menjilid adalah lem hot melt glue art paper. Lem hot melt ini digunakan untuk menjilid cover yang berbahan art paper karena memiliki permukaan yang licin.

 

7. Lem cyanoacrylate

Jenis lem ini juga biasa dikenal dengan lem Korea. Lem cyanoacrylate memiliki daya rekat untuk segala material dan saat kering akan terlihat jernih. Tapi, saat penggunaan lem cyanoacrylate harus hati-hati karena sangat sensitif jika terkena kulit. Lem cyanoacrylate ini cocok untuk kayu, logam, keramik, kulit, kaca, dan beberapa plastik dan tidak disarankan untuk plastik berbusa kecuali ada ketentuannya pada label. Membersihkan lem jenis ini bisa menggunakan aseton. Lem cyanoacrylate juga dikenal sebagai lem Alteco atau lem G.

 

8. Lem Semprot

Saat pengaplikasian lem semprot disarankan untuk dilakukan pada ruangan yang berventilasi agar tidak terhirup. Setelah menyemprotkan lem, biarkan pelarut menguap dengan sempurna.  Anda perlu memastikan posisi benda yang di lem sudah benar karena ketika lem mengering benda tidak akan bisa bergeser. Lem semprot biasa digunakan untuk pemasangan wallpaper. Selain itu, lem semprot juga biasa digunakan untuk kertas, papan busa, foto, lembaran kayu, logam, plastik, dan lainnya. 

 

9. Lem Epoxy

Lem memiliki daya rekat yang tinggi. Selain itu, lem epoxy juga memiliki keunggulan yaitu dapat merekat dengan cepat. Lem epoxy atau epoxies juga adalah lem yang memiliki daya tahan lama. Epoxy juga merupakan lem yang memiliki fleksibilitas serta kejernihan yang baik. 

10. Jenis Lem Polyurethane

Lem polyurethane ini dikenal juga sebagai lem multifungsi karena dapat merekat dengan serat tekstil, plastik, logam, pasir, kaca, keramik, kayu, dan karet. Lem multifungsi ini memiliki daya rekat yang tinggi sehingga dapat bekerja pada banyak media. Selain itu, lem polyurethane juga bisa diartikan sebagai lem waterproof karena juga bisa bekerja pada kayu yang berair dan berminyak. 

 

11. Lem Kain

Lem kain atau fabric glue memiliki warna putih bening dan digunakan penjahit untuk menempelkan benda atau pernak-pernik pada kain. Misalnya kancing atau benda lainnya yang sulit untuk dijahit. Tetapi menggunakan lem kain perlu kehati-hatian dengan membaca petunjuk penggunaan. 

 

Baca juga: Daftar Peralatan dan Keperluan Untuk Kantor Baru yang Harus Ada!

 

Itu adalah 11 jenis lem yang biasanya digunakan pada percetakan dan kerajinan. Penggunaan lem tentunya perlu disesuaikan dengan media yang ingin ditempel. Hal ini dikarenakan bisa saja ada ketidakcocokkan antara lem dan medianya. Sehingga bisa membuat media tidak akan merekat dengan baik. 

Tagged

Leave a Reply

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare
Register

Lost Password

Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close
Close
Shopping cart
Close
Wishlist