fbpx

Jika Anda adalah pengelola bisnis, maka membuat kartu nama untuk orang yang terlibat dalam perusahaan Anda sangat diperlukan. Setelah Anda memiliki logo, warna merek berkarakter, dan ide rancangan kartu yang diinginkan, Anda siap untuk mulai mendesain kartu nama! Cukup ikuti 8 langkah di bawah ini untuk menentukan desain kartu bisnis mana yang paling cocok untuk Anda.

1. Tentukan Bentuk yang Anda Ingin

tentukan bentuk kartu saat mendesain kartu nama
Sumber: pinterest

Jika Anda sudah memutuskan kartu nama biasa yang berbentuk persegi panjang, Anda bisa melewatkan step yang pertama ini. Saat ini, teknik percetakan tumbuh semakin maju dan terjangkau, para ahli di bidang cetak banyak bereksplorasi bentuk alternatif untuk kartu. Jika Anda ingin bentuk yang unik, teknik pencetakan die-cutting memungkinkan memotong bentuk apa pun yang Anda inginkan dan bisa mencetak dalam jumlah besar.

Pemilihan bentuk dapat Anda sesuaikan dengan berbagai hal. Jika Anda ingin yang ramah budget, maka potongan kartu yang lebih mudah seperti persegi panjang cenderung akan lebih murah. Selain itu, pertimbangkan pula bentuk yang memudahkan untuk dibawa dengan dompet sehingga bentuknya tidak akan rusak saat disimpan. 

2. Pilih Ukuran Kartu

Keputusan Anda selanjutnya adalah menentukan ukuran kartu. Setiap negara memiliki standar ukuran kartu yang berbeda. Namun perhatikan garis-garis tertentu yang menjadi penanda saat kartu akan dipotong. Anda dapat mendiskusikannya dengan pihak percetakan mengenai format yang tepat agar tidak ada bagian yang terpotong. 

3. Tambahkan Logo dan Grafik Lainnya

Sekarang mulai fokus pada elemen visual dari desain kartu bisnis Anda, pertama dan yang paling utama adalah logo. Logo Anda harus terlihat dan menjadi pusat perhatian pada kartu bisnis Anda, meskipun hiasan lainnya dan grafik terkadang dapat berguna juga.

Jangan lupa bahwa kartu nama memiliki dua sisi yang dapat Anda gunakan. Salah satu strateginya adalah menggunakan satu sisi kartu nama secara eksklusif untuk logo, sementara sisi lain menampilkan informasi kontak dan pribadi. Namun, lebih baik lagi jika logo bisnis ada di kedua sisi, meskipun di sisi kontak ukuran logonya jauh lebih kecil. 

Meskipun minimalis adalah pilihan populer untuk kartu nama, jika ruang kosong pada kartu tidak cocok untuk Anda, Anda dapat mengisinya dengan grafik tambahan. Dalam industri seperti pakaian anak-anak, penambahan gambar atau doodle yang khas seperti hewan akan membuat kartu nama Anda menjadi berkarakter. 

Grafik tambahan berfungsi dengan baik untuk menunjukkan identitas merek Anda. Anda dapat mengomunikasikan merek Anda melalui visual, termasuk warna. Misalnya, jika Anda ingin terlihat santai atau ramah, kartun lucu dan beberapa warna cerah bisa membantu.

4. Tambahkan Teks yang Diperlukan

Langkah selanjutnya bagi Anda adalah memutuskan tulisan apa saja yang akan disertakan ke kartu bisnis. Mendesain kartu nama tidak mungkin terlepas dari tulisan. Karenanya, sertakan tulisan berisi informasi yang dibutuhkan oleh klien dan rekan bisnis Anda saja agar masih ada ruang kosong untuk grafik pada kartu.

5. Pilih Tipografi yang Sesuai

Setelah Anda tahu apa yang ingin Anda katakan, Anda dapat memilih tampilannya. Meskipun tipografi selalu penting, berkaitan dengan kartu nama, Anda harus membuat teks benar-benar terbaca dan hanya menyisakan sedikit ruang. 

Elemen pada tipografi terbagi menjadi tiga kategori utama:

– Ukuran

Untuk menjaga keterbacaan, Anda ingin semua teks Anda menonjol, jadi silakan variasikan ukuran teks. Pertimbangkan pula ruang kosong — Anda tidak ingin membuat kartu terlihat berantakan, jadi biarkan teks Anda secukupnya sehingga ada banyak ruang untuk tambahan

– Font

Ingatlah untuk memilih font yang mewakili kepribadian yang Anda tuju. Entah itu memilih font yang bersih dan modern, font yang elegan, atau font serif yang klasik dan tak lekang oleh waktu, semuanya harus Anda pertimbangkan. 

– Warna

Di sinilah warna merek yang sudah ada menjadi berguna. Pilih warna teks yang cocok dengan warna latar belakang kartu Anda. Warna yang mirip mungkin terlihat bagus tetapi akan sulit dibaca, jadi bereksperimen lah dengan warna yang kontras. 

Aturan penting tipografi adalah memprioritaskan keterbacaan di atas segalanya. Tidak peduli seberapa artistik font Anda jika tidak ada yang bisa membaca, maka sia-sia saja. 

6. Pertimbangkan Hasil Akhir yang Istimewa

Sekarang setelah Anda mencapai tahap akhir, inilah saatnya untuk mulai mfinishing saat di cetak. Percetakan tertentu menawarkan hasil akhir khusus yang dapat memberikan kesan yang bertahan lama.

Mengembos – Teknik ini menciptakan relief tiga dimensi, membuat area tertentu terlihat “menonjol”. 

Letterpressing – Pencetakan letterpress mendorong kertas ke bawah saat menandainya sehingga membentuk tekstur yang unik. Hasilnya seperti ukiran, biasanya dilakukan dengan tinta khusus. 

Stamping foil – Jika Anda menginginkan sesuatu yang berkilau dan reflektif seperti kertas timah, Anda dapat menerapkan cetakan kertas timah pada gambar atau bahkan hanya sebagian gambar. Ini juga berfungsi untuk memberi aksen pada teks, jika Anda telah memilih jenis huruf yang cukup tebal.

Lapisan UV spot – Banyak kartu memiliki pernis yang halus untuk menciptakan tekstur yang halus dan berkilau. Gunakan saat Anda ingin menonjolkan area tertentu dibanding area lainnya, jangan lupakan komposisi secara keseluruhan agar bagian yang berkilau nyaman untuk dipandang. 

Acuan: 99designs dengan perubahan.