fbpx

Meskipun jarang menjadi masalah yang besar, font memiliki peran yang penting dalam proses mendesain. Beda font biasanya memiliki karakter yang berbeda pula. Ada yang memiliki karakter santai, formal, bahkan ada yang terkesan mengerikan dan seram. Karenanya, bagi siapapun yang akan mengembangkan suatu produk, memilih font untuk desain yang tepat akan berpengaruh cukup signifikan pada branding. 

Salah memilih font akibatnya bisa cukup fatal lho, sobat cetak! Misalkan saja, Anda membuat bisnis baju anak yang memiliki karakter ceria, karena memilih font asal-asalan, tulisan mereknya justru malah memiliki kesan seram. Sayang sekali, bukan? Antara visi dan visual dari produk Anda jadi tidak nyambung.

Sebetulnya, di luar sana ada ratusan bahkan ribuan font yang memiliki bentuk dan karakter tersendiri. Namun, secara garis besar, jenis font terdiri dari 5 kategori. Agar semakin tahu dan bisa bereksplorasi dengan berbagai karakter font, berikut ini ulasannya untuk Anda. 

Baca juga: Siapkan Hampers Unik untuk Lebaran dengan 6 Hadiah Ini

5 Jenis Font untuk Desain 

1. Serif

serif font untuk desain yang tradisional
Sumber: Pinterest

Serif merupakan jenis font dasar yang cukup sering ditemukan. Tulisannya memiliki goresan kecil dan tipis di setiap sudut. Jenis font ini termasuk jenis yang mudah dibaca oleh siapa saja, sehingga beberapa naskah yang cukup banyak sering ditemukan menggunakan font yang satu ini. 

Untuk logo merek, font serif juga cukup sering digunakan karena memberi kesan yang bersih, klasik, dan tegas. Ada satu font serif yang populer digunakan oleh brand-brand kelas dunia, seperti Didot. Mungkin tidak banyak dari Anda yang pernah mendengar namanya, namun brand seperti Vogue, Elle, dan Harper’s Bazaar menggunakan jenis font ini lho! Jika bisnis Anda memiliki karakter yang serupa dengan merek tersebut, Anda bisa mencontek penggunaan font yang tak lekang oleh waktu ini. 

Contoh font serif: Times New Roman, Georgia, Baskerville

2. Sans Serif

Sumber: Pinterest

Karakter yang utama dari font ini adalah gaya yang lebih bersih, modern, tajam. Garisnya yang cenderung tajam dan bersih akan memudahkan jenis font ini untuk dibaca pada berbagai perangkat seperti telepon genggam yang biasanya akan menyederhanakan tampilan.

Beberapa perusahaan yang sudah ada sejak dahulu seperti toyota dan Jeep sudah menggunakan font ini. Artinya, font sans serif tidak akan membuat merek Anda memiliki kesan kuno dan justru sebaliknya. Dengan menekankan kesederhanaan, font sans serif akan membangun branding yang simple namun elegan. 

Contoh font sans serif: Arial, Avenir, Futura, Calibri

3. Slab Serif

Sumber: Mimoriarty

Berikutnya, masih dengan nama belakang yang sama, slab serif! Slab serif didominasi oleh bentuk yang tebal, melebar dan mirip dengan blok di setiap ujung tulisan. Karena itulah font jenis ini memiliki kesan yang berani dan tegas. Akan sangat cocok untuk menggunakan jenis font ini pada media iklan yang jarak pandangnya cukup jauh karena keterbacaan yang mudah. 

Contoh font slab serif: Rockwell, Museo, dan Clarendon

4. Script

script font untuk desain yang mirip tulisan tangan
Sumber: Popwebdesign

Tiga jenis font sebelumnya memiliki karakter yang masih cocok untuk digunakan pada naskah yang cukup panjang. Nah, yang satu ini mungkin lebih nyaman digunakan pada naskah yang tidak begitu panjang. Hal ini karena karakternya yang terkesan seperti tulisan tangan; tidak rapih dan sejajar. 

Nuansa yang diberikan oleh jenis font ini membuatnya cocok untuk dijadikan sebagai heading, penulisan logo, serta frasa singkat untuk tagline. Jika merek Anda terkesan hangat dan anggun, font ini adalah pilihan yang sangat tepat.

Contoh font script: Lucida, Brush Script MT, Palace Script MT

5. Decorative 

Mendengar nama decorative, mungkin Anda sudah terpikir akan karakternya, bukan? Jika Anda terpikir karakter yang unik dan bergaya bebas, maka tebakan Anda benar. Tak jauh berbeda dengan script, keunikan sangat melekat pada font ini sehingga branding yang kreatif dan bebas akan pas dengan jenis font decorative. Satu catatan, font ini akan memiliki keterbacaan yang lebih nyaman pada tulisan yang pendek.

Contoh font decorative: Trend, Rosella

Baca juga: Petunjuk Ukuran Bingkai Foto untuk Dekor Ruangan Rumah