Memulai bisnis makanan dan minuman dapat dimulai dari cara yang sederhana, misalkan saja melalui resep turun-temurun yang sangat enak dan diterima oleh banyak orang. Resep ini bisa Anda jadikan sebagai salah satu trigger untuk membuka bisnis kuliner.
Mungkin ada banyak pertimbangan saat ingin menjadikannya sebuah bisnis, tapi tidak menutup kemungkinan kalau produk Anda ini akan disukai di pasaran. Nah, pada artikel ini Anda akan menemukan tips memulai bisnis kuliner yang bisa mulai diterapkan di tengah pandemi.
Tips Memulai Bisnis Kuliner untuk Pemula
Saat memulai bisnis F&B, Anda mungkin akan bertanya mengenai di mana Anda akan berjualan, seperti apa persaingan dengan bisnis lain, dan siapa saja yang harus Anda gaet untuk ikut berbisnis. Untuk pemula, pertanyaannya mungkin lebih banyak lagi. Agar sukses menembus industri F&B, setiap calon pengusaha perlu memperhatikan 8 hal ini:
1. Pahami potensi dan target pasar
Amati bisnis yang sudah ada sebelumnya. Perhatikan apa yang mereka jual, lokasi, dan seperti apa pencapaiannya. Produk yang mereka jual mungkin akan disukai di lokasi tertentu tapi tidak di lokasi lain. Hal ini bisa membantu Anda untuk memperkirakan jenis makanan yang disukai oleh konsumen di area tertentu. Dengan ini, potensi pasar Anda ke depannya bisa diperkirakan.
2. Melakukan benchmarking
Istilah lain dari benchmarking adalah melakukan tolak ukur. Temukan bisnis lain yang ingin Anda jadikan role model lalu bandingkan dengan bisnis yang ada pada bayangan Anda. Amati apakah produk yang mereka jual ramai di pasaran.
Melalui sosial media, Anda juga bisa menemukan bocoran lain mengenai jenis postingan dan interaksi yang dilakukan dengan konsumen. Perbedaannya dengan langkah 1 adalah Anda berusaha untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi mengenai kompetitor, termasuk info omzet dan supplier produk.
3. Pilih model bisnis yang sesuai
Sumber: Cakwein
Ada berbagai model bisnis yang bisa Anda coba untuk memulai berjualan. Bisnis kuliner bisa saja cocok menggunakan outlet dan booth. Namun jika Anda masih ingin memulainya dari rumah, ghost kitchen dan sistem reseller akan menjadi pilihan yang tepat. Pilihlah yang sesuai dengan kemampuan Anda sekarang dan sesuaikan produk dengan tren yang sedang diminati pasar.
4. Bentuk tim dan partner
Untuk membangun tim yang saling support, pilihlah orang-orang yang satu frekuensi dengan Anda agar sama-sama mengerti situasi yang dihadapi. Setiap orang harus memiliki kompetensi yang akan melengkapi semua kebutuhan bisnis. Hal ini juga agar tim yang Anda bangun semakin solid.
5. Menyusun business plan
Buatlah business plan Anda selama beberapa waktu ke depan, misalkan 5 bulan sampai setahun ke depan. Buat pula perkiraan biaya yang akan dibutuhkan agar Anda lebih mudah mempersiapkan dan bisa memilah mana yang benar-benar diperlukan bisnis Anda dan yang tidak.
6. Siapkan modal bisnis
Business plan yang Anda buat sebelumnya akan membantu di sini. Saat mempertimbangkan modal, Anda mungkin terpikir untuk mengandalkan pinjaman. Namun usahakan untuk menggunakan modal sendiri atau patungan dengan tim agar tidak meninggalkan risiko yang tinggi bagi bisnis. Melalui business plan juga Anda akan tahu apakah memerlukan modal dari investor atau tidak.
7. Susun rencana pemasaran
Sumber: Cipta Grafika
Rencana pemasaran lebih mengerucut dari business plan. Di tahap ini, Anda perlu menerapkan ilmu yang sudah dipelajari untuk melakukan promosi. Promosi bisa dilakukan melalui sosial media seperti Instagram atau platform seperti tiktok yang mudah untuk dijangkau. Seiring berjalannya waktu dan makin sering praktik, Anda akan menemukan pola yang tepat dan tahu harus seperti apa agar promosi lebih efektif.
8. Susun rencana operasional
Setelah rencana pemasaran, Anda bisa mulai menyusun rencana operasional yang meliputi prosedur jalannya perusahaan. Buat juga target yang detail dan jadikan pedoman bagi bisnis Anda agar tetap ‘on track’.
Saat semua rencana sudah disusun dengan baik dan siap berjualan, Anda bisa langsung eksekusi. Pada saat memulai, mungkin Anda akan menemukan ketidaksesuaian dengan rencana awal. Namun dari sana Anda bisa belajar mencatat poin penting untuk dievaluasi dan melakukan perbaikan ke depannya. Sudah siap memulai bisnis versi Anda sendiri?
0 Comments